Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri

RaBiitch Official - Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Inspiration, Artikel Kepercayaan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca artikel kami yang berjudul Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri
Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri


Metode 1

Tampil Percaya Diri
1. Tampil sesuai situasi. Atau seperti kata pepatah, “berpura-puralah sampai Anda berhasil”. Jika Anda tahu bahwa Anda tampak seperti orang yang percaya diri dan memiliki kemampuan, maka Anda juga akan mulai merasa percaya diri. Anda harus memilih pakaian yang dirasa paling baik, tapi bukan apa yang Anda kira percaya diri. Cobalah cara-cara ini:

Luangkan waktu setiap hari untuk merawat kebersihan diri dan pastikan Anda tampil dengan baik. Mandilah setiap hari, sikatlah gigi, serta rawatlah kulit dan rambut.

Berpakaian agar percaya diri. Anda tak perlu membeli baju baru untuk merasa lebih baik dengan baju yang dikenakan. Selama Anda bersih, nyaman, dan merasa enak, maka Anda sudah membangun kepercayaan diri. Anda tentu tidak ingin memakai tiga lapis pakaian saat bertugas mengantar pizza. Jika Anda merasa sudah tampil baik, maka kemungkinannya Anda memang sudah terlihat baik. Berhati-hatilah, jangan terlalu berlebihan dalam berpenampilan (misalnya memakai riasan tebal atau mengenakan pakaian yang terlalu terbuka). Berpakaian dengan tepat sesuai situasi akan menyisakan sedikit kekhawatiran untuk Anda.

2. Sempurnakan postur tubuh. Seperti apa pembawaan Anda akan memberikan banyak informasi kepada orang lain. Jadi, pastikan Anda menunjukkan pada orang lain bahwa Anda percaya diri dan memegang kontrol atas diri sendiri. Atur bahu agar tegak, punggung tegak, dan dagu naik. Berjalanlah dengan pasti, jangan terlihat ogah-ogahan, dan duduklah dengan tegak. Ketika Anda tampak percaya diri dari luar, dunia akan serentak mendekati Anda.

Anda tidak hanya mengelabui orang lain, namun juga mengelabui diri sendiri. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa posisi tubuh memberi isyarat pada pikiran untuk merasakan keadaan tertentu. Jadi, memposisikan tubuh dengan percaya diri akan membuat Anda merasa dapat memegang kendali secara sungguh-sungguh. Memiliki bahasa tubuh yang percaya diri juga berhubungan dengan tingkat stres yang rendah.[1]

3. Tersenyumlah. Jadilah orang yang murah senyum. Anda tak akan menyangka jika senyum yang paling kecil sekalipun dapat mengendalikan berbagai situasi dan membuat setiap orang merasa lebih nyaman. Apakah Anda pernah membayangkan mendekati seseorang yang sedang cemberut? Tentu Anda tidak ingin.

Jika Anda khawatir senyum Anda terlihat palsu, Tersenyumlah sedikit saja. Senyum yang palsu bisa terlihat dari kejauhan. Sebaliknya, jika Anda benar-benar bahagia bertemu orang lain atau bahagia karena punya kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan baru untuk percaya diri, tunjukkan senyum lebar yang memamerkan gigi putih Anda!

4. Lakukan kontak mata. Ini adalah perubahan yang tidak kentara, namun efeknya luar biasa sehingga orang lain memperhatikan Anda. Jangan takut untuk bertemu pandang dengan orang lain. Hal ini tak hanya menunjukkan kalau Anda adalah seseorang yang penting untuk diajak bicara, namun juga menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka, menerima kehadiran mereka, dan tertarik dengan percakapan yang sedang berlangsung. Anda tentu tidak ingin terlihat kasar, bukan?

Mata kita adalah bagian tubuh yang unik. Mata adalah jendela jiwa, dan jika Anda mau, bisa menunjukkan perhatian dan perasaan kita. Dengan melakukan kontak mata, Anda akan meningkatkan kualitas interaksi dengan orang lain untuk tampil lebih percaya diri. Anda akan menjadi orang yang lebih menyenangkan dan dapat dipercaya dan orang-orang yang berbicara pada Anda akan lebih merasa dihargai. [2]Jika Anda tidak bisa melakukan untuk diri sendiri, lakukan untuk mereka!

5. Milikilah bahasa tubuh yang mudah didekati. Jika Anda melihat seseorang berada di sudut ruangan berpura-pura bermain game di ponselnya, apakah Anda ingin mendekati dan menyapanya? Mungkin tidak. Jika Anda ingin orang lain mendekati Anda, pastikan Anda mudah untuk didekati!

Tunjukkan bahasa tubuh yang terbuka. Jika lengan dan kaki Anda terlipat, Anda sedang menunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda tidak tertarik bertemu dengan orang lain. Begitu pula dengan wajah dan tangan. Jika Anda tampak asyik dengan sesuatu (asyik dengan pikiran atau iPhone Anda), orang akan mengetahuinya.

6. Pertahankan pandangan mata. Sekarang waktunya untuk berlatih. Apakah Anda tahu bahwa orang lain sama malunya dengan Anda saat melakukan kontak mata? Cobalah cara ini: lakukan kontak mata dengan seseorang dan lihatlah siapa yang bertahan lebih lama. Apakah ia memalingkan pandangannya lebih dulu daripada Anda? Lihatlah sekarang! Mereka juga merasa tidak nyaman!

Anda tentu tahu, wikiHow tidak menyarankan Anda untuk memandang remeh orang lain. Memandang seseorang dengan tajam sehingga ia merasakan tatapan Anda dan membuatnya menjadi segan dan canggung bukanlah tujuannya. Tujuan sebenarnya adalah untuk mengetahui bahwa orang lain sama cemasnya dengan Anda saat Anda memandang mereka. Jika Anda tertangkap sedang memandang orang lain, senyum saja. Maka Anda telah lepas dari kesukaran.

Metode 2

Berpikir dengan Percaya Diri
1. Kenali dan catat bakat dan sifat yang baik dalam diri Anda. Tak peduli seberapa rapuhnya Anda, cobalah untuk bangga pada diri sendiri dan ingatlah kembali kelebihan Anda. Fokus pada kelebihan-kelebihan Anda akan mengalihkan perhatian terhadap kekurangan yang dirasakan dan membangkitkan harga diri. Pikirkanlah sifat-sifat baik Anda dalam hal penampilan, persahabatan, bakat, dan yang terpenting yaitu kepribadian Anda.

Ingatlah kembali pujian dari orang lain. Apa yang telah mereka katakan tentang diri Anda yang sebelumnya Anda tidak perhatikan atau ketahui? Mungkin mereka memuji senyum atau kemampuan Anda untuk tetap tenang dalam situasi yang menegangkan.

Ingatlah prestasi yang pernah Anda capai. Prestasi itu bisa jadi merupakan sesuatu yang diketahui orang lain seperti menjadi juara pertama di kelas atau sesuatu yang hanya Anda sendiri yang mengetahuinya seperti melakukan tindakan diam-diam untuk memudahkan kehidupan orang lain. Sadarilah betapa hebatnya tindakan ini. Anda telah berhasil!

Pikirkan tentang sifat-sifat yang berusaha Anda kembangkan. Tak ada orang yang sempurna, namun jika Anda berusaha secara aktif untuk menjadi orang yang baik dan dihormati, berikan penghargaan untuk diri sendiri atas usaha yang dilakukan. Kenyataan bahwa Anda berpikir untuk memperbaiki diri menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang rendah hati dan berhati baik. Semua itu merupakan sifat-sifat yang positif.

Sekarang tuliskan semua yang Anda pikirkan dan lihat kembali catatan tersebut saat Anda merasa rapuh. Tambahkan kembali catatan tersebut ketika Anda mengingat hal-hal lain yang bisa membuat Anda bangga melakukannya.

2. Pikirkan hambatan-hambatan yang menghalangi kepercayaan diri Anda. Ambil selembar kertas dan tuliskan semua hal yang membuat Anda tidak percaya diri, misalnya nilai yang buruk, sifat tertutup, tidak punya banyak teman, dan lain sebagainya. Sekarang tanyakan pada diri sendiri tentang hal ini: Apakah hal tersebut benar atau logis? Atau apakah hal tersebut hanya asumsiku saja? Sebagai informasi, jawabannya secara berturut-turut adalah “tidak” dan “ya”. Di dunia ini, apakah masuk akal jika ada sesuatu yang menentukan harga diri Anda? Tentu tidak!

Inilah contohnya: Anda tidak mendapat nilai yang baik pada ujian matematika yang lalu, akibatnya Anda tidak percaya diri ketika menghadapi ujian berikutnya. Namun, tanyakan hal ini pada diri Anda: Jika Anda belajar sangat keras, bekerjasama dengan guru, dan menyiapkan diri untuk ujian, apakah Anda bisa mengerjakan ujian lebih baik?! YA. Peristiwa itu hanya satu kejadian dan tidak ada hubungannya dengan Anda. Anda sama sekali TIDAK memiliki alasan untuk merasa rendah diri

3. Ingatlah bahwa setiap orang berjuang dengan masalah kepercayaan diri. Ada sebagian orang yang pandai menyembunyikannya, namun hampir setiap orang berjuang dengan rasa percaya diri pada saat tertentu. Anda tidak sendiri! Dan jika Anda memikirkan seseorang yang percaya diri, kemungkinannya adalah ada situasi di mana ia tidak percaya diri. Kepercayaan diri adalah hal yang sangat universal.

Inilah sebuah fakta yang nyata untuk Anda: Sebagian besar orang terlalu sibuk memikirkan cara untuk selalu menilai Anda. Apakah Anda pernah memperhatikan bagaimana orang senang membicarakan dan memandang hal-hal yang hampir sama? Sembilan puluh sembilan persen orang sibuk dengan pikirannya sendiri. Tenangkan diri dan sadarilah bahwa Anda tidak harus selalu menjadi orang yang sempurna.

Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Segala hal tak selalu harus menjadi kompetisi dan hidup dengan pandangan seperti itu akan membuat Anda lelah. Anda tak perlu menjadi orang yang paling pintar, paling cantik, atau paling terkenal untuk menjadi bahagia. Jika Anda memiliki sifat kompetitif yang kuat dan tidak bisa diabaikan sama sekali, berusahalah untuk berkompetisi dengan diri sendiri dan berusahalah untuk terus menjadi lebih baik.

4. Pandanglah kepercayaan diri sebagai proses, bukan sebuah pencapaian luar biasa. Memiliki kepercayaan diri bukanlah hal terakhir yang harus Anda capai dan prosesnya tidak selalu bergerak maju. Ada saat-saat ketika Anda merasa harus memulai lagi dari awal. Tarik napas dalam-dalam, ingatlah berbagai halangan kepercayaan diri yang telah Anda atasi dan buatlah tekad untuk terus maju. Di masa-masa yang sulit, memberi semangat pada diri sendiri adalah sesuatu yang baik bahkan jika Anda tidak melakukan apapun.

Kemungkinannya, Anda tidak akan menyadari kalau Anda percaya diri sampai Anda siap. Apakah ada saat di mana Anda menyadari kalau Anda pintar, lucu, banyak akal, atau tepat waktu? Mungkin tidak. Jadi, jika Anda tidak segera melihat perubahan, ketahuilah bahwa hal itu karena Anda terlalu memikirkan hal-hal kecil, sehingga tidak bisa melihat hal-hal yang lebih penting. Anda pasti mengerti.

5. Ingatlah, Anda lahir dengan kepercayaan diri. Ini bukan iklan kosmetik Maybelline. Ketika Anda keluar dari rahim ibu, Anda tidak peduli dengan siapa yang mendengar Anda menangis atau seberapa lunak kepala Anda. Anda memang sudah begitu. Masyarakatlah yang mendikte Anda dan membuat Anda merasa seolah-olah harus mencapai standar tertentu. Kepercayaan diri adalah sesuatu yang dipelajari. Apakah Anda tahu pendapat mereka tentang hal-hal yang dipelajari? Menurut mereka, hal-hal tersebut tidak bisa dipelajari.

Manfaatkan kepercayaan diri yang sudah ada bersama Anda sejak lahir. Kepercayaan diri itu terpendam sedemikian lama mengalami pujian, ancaman, dan penilaian. Singkirkan setiap orang yang tidak relevan dengan kehidupan Anda. Mereka tidak penting. Mereka tak ada hubungannya dengan Anda. “Anda” itu baik. “Anda” ada dan terpisah dari pendapat orang lain.

6. Abaikan hal-hal yang menghambat kepercayaan diri. Kurangnya kepercayaan diri tidak ada hubungannya dengan dunia luar, jadi Anda harus berhenti memikirkan hal tersebut. Jika Anda menyadari sedang berdialog dengan diri sendiri, berhentilah. Dunia berputar di sekeliling Anda. Berputarlah bersama dunia. Satu-satunya momen yang terjadi adalah saat ini. Apakah Anda tidak ingin menjadi bagian dari momen itu?

Begitu banyak kejadian yang terjadi di luar sana (jika kita berasumsi bahwa realita memang seperti itu keadaannya). Berpikir terus-menerus tentang apa yang Anda rasakan atau lihat akan membuat Anda kehilangan momen. Berlatihlah untuk tidak memikirkan masa lalu atau masa depan. Berkonsentrasilah dengan apa yang ada di depan Anda, mungkin ada sesuatu yang menyenangkan dengan hal itu.

Metode 3

Melatih Kepercayaan Diri
1. Salurkan minat Anda. Jika ada olahraga atau hobi yang selalu ingin Anda kuasai, sekarang waktunya! Meningkatkan kemampuan akan memberi dorongan bahwa Anda adalah orang yang berbakat dan kemudian akan meningkatkan kepercayaan diri. Pelajarilah instrumen musik atau bahasa asing, bidang seni seperti melukis, atau mulailah untuk mengerjakan berbagai proyek, pokoknya apapun yang menarik minat Anda.

Jangan patah semangat jika Anda belum mahir. Ingatlah, belajar adalah sebuah proses. Anda ada di dalam proses itu untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan kecil dan mendapatkan waktu untuk rekreasi, bukan untuk menjadi yang terbaik.

Lakukan hobi yang bisa dilakukan bersama sekelompok orang. Bertemu dengan orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda dan bisa berbagi minat yang sama bisa menjadi cara yang mudah untuk berteman dan membangun kepercayaan diri. Carilah kelompok-kelompok yang bisa Anda ikuti di lingkungan Anda atau temukan hubungan kekeluargaan dengan teman yang memiliki hobi sama.

2. Berbicaralah dengan orang asing. Sebenarnya, kepercayaan diri lebih dari sekadar suasana hati, tapi merupakan sebuah kebiasaan. Begitulah manusia. Jadi, agar bisa percaya diri, Anda harus melakukan hal-hal yang bisa membuat percaya diri. Salah satunya adalah bercakap-cakap dengan orang asing. Awalnya memang menakutkan, namun lambat laun Anda akan lebih terbiasa.

Tindakan ini tidak akan membuat orang lain terganggu, kecuali Anda adalah anggota organisasi KKK (Ku Klux Klan: organisasi di Amerika Serikat yang mengagungkan ras kulit putih dibanding ras lainnya) berwajah seperti tokoh Quasimodo yang bau dan agresif. Jika seseorang berkata, “Hai!” dan tersenyum pada Anda dan meminta pertimbangan Anda untuk pergi ke Starbucks atau Coffee Bean, bagaimana perasaan Anda? Anda mungkin senang. Setiap orang suka menjadi pahlawan, berbicara pada orang lain, dan bersikap spontan. Anda telah membuat hari orang lain menjadi menyenangkan.[3] You're just brightening up their otherwise dull day.

Apakah Anda tidak memiliki kesempatan untuk berbicara pada orang asing? Bagaimana jika berbicara dengan barista di kedai kopi langganan Anda? Gadis yang bertugas di bagian kasir di toko kelontong langganan Anda? atau orang asing yang Anda temui di jalan?

3. Jangan terlalu sering minta maaf. Mampu untuk minta maaf adalah sifat yang baik (sesuatu yang berusaha diatasi oleh banyak orang). Namun, berhati-hatilah untuk minta maaf dan lakukan jika perlu. Minta maaf saat Anda berbuat lalai atau menyusahkan orang lain adalah perbuatan yang sopan. Minta maaf ketika Anda tidak melakukan sesuatu yang salah dapat membuat Anda merasa rendah diri dan Anda seperti harus menyesal. Sebelum kata maaf keluar dari mulut, pikirkan dulu untuk memastikan bahwa apakah sebuah situasi benar-benar memerlukan permintaan maaf dari Anda.

Gunakan trik-trik tertentu. Anda bisa mengekspresikan simpati atau penyesalan tanpa benar-benar harus minta maaf. Misalnya, jika Anda khawatir telah menyusahkan seseorang, Anda bisa berkata “Aku harap hal ini tidak terlalu banyak menimbulkan masalah” dan bukan berkata secara spontan “Aku minta maaf”.

Minta maaf yang tidak ada gunanya membuat Anda tampak tidak yakin dengan diri sendiri. Hal ini tidak masuk akal karena Anda tidak rendah di mata siapa pun. Mengapa harus minta maaf jika Anda tidak melakukan kesalahan? Apakah Anda sungguh-sungguh? Jika Anda selalu minta maaf, maka makna maaf itu akan hilang. Menyesali segala sesuatu berarti Anda tidak menyesali apapun. Berpikirlah bahwa pernyataan “Aku minta maaf” sama seperti “Aku mencintaimu”. Pernyataan itu harus dikatakan dengan rasa peduli.

4. Terimalah pujian dengan elegan. Jangan hanya memutar bola mata dan tidak menghiraukannya. Terimalah pujian itu! Anda berhak mendapatkannya! Lakukan kontak mata, tersenyum, dan katakan “terima kasih”. Bersikap baik ketika orang lain ingin memuji Anda tidak mengorbankan sikap rendah hati Anda. Hal tersebut malah menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang sopan dan memiliki rasa aman terhadap harga diri.

Sebagai balasannya, puji kembali orang tersebut. Jika Anda masih tidak nyaman menerima pujian, cobalah membalas pujian setelah Anda dipuji. Cara ini akan membuat Anda “impas” dan Anda tidak menjadi terlalu berbangga hati.

5. Bangunlah kepercayaan diri dengan cara menolong orang lain. Luangkan waktu untuk membalas pujian orang lain atau melakukan perbuatan baik secara diam-diam. Dengan cara itu, Anda akan membuat orang tersebut bahagia dan Anda sendiri akan merasa lebih baik dengan diri sendiri. Ketika Anda menjadi sumber energi positif, orang lain ingin berada di dekat Anda, sehingga meningkatkan aura yang baik.

Banyak orang yang tidak pandai menerima pujian. Kemungkinannya adalah jika Anda memberi pujian pada seseorang, maka ia akan balas memuji Anda. Pastikan Anda sungguh-sungguh memuji, jika tidak sungguh-sungguh orang lain akan menyangsikannya. Kalimat seperti “Hai, Aku suka kemeja yang kamu pakai. Buatan Cina, ya?” mungkin tidak akan mendapatkan respon yang terbaik.

6. Singkirkan orang-orang yang menjatuhkan Anda. Sulit untuk bisa percaya diri jika berada di antara sekelompok orang yang terus-menerus menilai Anda. Pada dasarnya, Anda mungkin adalah orang yang paling terbuka, lantang, dan percaya diri. Namun bersama orang-orang ini, Anda berubah menjadi anjing kecil yang tidak dipedulikan. Orang-orang seperti itu perlu ditinggalkan seperti halnya kebiasaan buruk. Dan sekarang saatnya.

Berada di antara orang-orang yang sebisa mungkin bisa membuat Anda merasa menjadi diri sendiri yang terbaik adalah sesuatu yang penting. Di antara orang-orang inilah Anda akan mampu menciptakan kedewasaan yang Anda inginkan (dan bisa!).

7. Lakukan pelan-pelan. Banyak orang yang tidak suka dengan keramaian. Banyak pula yang tidak suka berbicara di depan umum. Jika Anda tergolong orang yang masuk dalam kelompok-kelompok tersebut, maka penting sekali untuk melakukannya pelan-pelan. Jika sedang cemas, kita cenderung ingin cepat-cepat melakukan sesuatu agar semuanya cepat berlalu. Jangan lakukan itu! Sikap ini merupakan isyarat jika Anda sedang cemas. Dan Anda memberi isyarat pada diri sendiri bahwa Anda sedang cemas!

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menarik napas. Jika kita bernapas pendek dan tajam, kita memberi isyarat ingin berkelahi atau lari. Hentikan tindakan itu dan Anda secara otomatis akan tenang. Untungnya, manusia bukanlah mahluk yang sulit.

Langkah kedua adalah bertindak pelan-pelan secara sadar. Pikirkanlah seorang anak berusia enam tahun dengan gula darah yang tinggi. Itulah Anda. Sesuaikan tindakan dengan tarikan napas. Nah, sekarang Anda menjadi tenang.

8. Berharaplah untuk berhasil. Banyak peristiwa kehidupan yang diramalkan lalu menjadi kenyataan. Ketika kita berpikir akan gagal, maka kita tidak benar-benar berusaha keras. Jika kita berpikir diri kita tidak cukup baik, maka kita sering bertindak tidak cukup baik. Jika Anda mengharapkan keberhasilan, maka Anda kemungkinan bisa mendapatkannya. Sesungguhnya sikap pesimis dapat meruntuhkan kemampuan Anda. [4]

Sekarang Anda mungkin berkata, “Aku bukan peramal masa depan yang tepat! Mengharapkan kesuksesan bukan sesuatu yang logis. Nah, bukankah Anda baru saja menggunakan logika?!” Pikirkanlah cara ini: Anda sering mengharapkan kegagalan, jadi mengapa tidak mengharapkan keberhasilan? Keduanya sama-sama memungkinkan dan salah satunya tidak lebih mungkin daripada yang lain. Nah, Anda mendapat pelajaran baru sekarang.

9. Ambil risiko. Kadang-kadang satu-satunya jalan keluar adalah dengan terus menjalankannya. Agar mampu menjalankan kehidupan, Anda harus menghadapi pengalaman-pengalaman yang mendorong Anda untuk belajar. Anda tidak bisa berhasil secara instan. Jika Anda terus melakukan apa yang sudah dilakukan, Anda tidak akan pernah lebih baik dalam hal apapun. Anda harus mulai mengambil kesempatan untuk bertumbuh.

Kegagalan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari. Hal itu selalu terjadi dan bukan suatu masalah. Hal yang penting adalah Anda bisa bangkit kembali. Setiap orang mengalami kegagalan, namun tidak setiap orang bisa bangkit kembali. Keputusan untuk bangkit kembali adalah hal yang dapat membangun kepercayaan diri dan Anda harus gagal di awal untuk melakukannya.

Tips

  • Anda harus tampil lebih percaya diri. Ketika berjalan, fokuslah pada tujuan Anda. Pastikan Anda duduk dengan tegak.
  • Berbicaralah dengan positif. Ketika diri Anda mengatakan sesuatu yang negatif, segera gantikan dengan perkataan yang positif.
  • Orang kadang-kadang mengatakan hal yang buruk karena mereka cemburu pada Anda! Ingatlah untuk selalu tersenyum dan menikmati hidup karena hidup ini sangat singkat.
  • Ketika bangun di pagi hari, lihatlah cermin dan katakan bahwa Anda telah berjalan sejauh ini dalam kehidupan dan Anda tidak akan membiarkan apapun atau orang lain menjatuhkan Anda.
    Buatlah tujuan untuk diri sendiri, bukan pengharapan.
  • Anda adalah satu-satunya orang yang benar-benar tahu siapa diri Anda sebenarnya. Cintailah diri sendiri dan orang lain akan meniru Anda.
  • Ingatlah untuk menjalani setiap hari dalam kehidupan seolah-olah menjadi hari terakhir Anda. Siapa yang tahu kalau hari itu adalah saat terakhir Anda? Siapa yang peduli dengan pendapat orang lain selama Anda berpikir positif dan merasa nyaman? Tunjukkan pada mereka siapa bosnya. Menikmati setiap hari dalam hidup dengan senyum di wajah adalah cara yang terbaik untuk terus maju.
  • Berhentilah menjadi perfeksionis. Tak ada sesuatu atau seseorang yang sempurna. Standar yang tinggi memiliki tempat tersendiri, namun kehidupanAnda akan menemui kesulitan dan ketidaksempurnaan.
  • Terimalah keadaan itu sebagai pengalaman untuk pembelajaran dan lanjutkanlah hidup Anda.
  • Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki. Sudah sejak lama, sumber dari kegelisahan dan kurangnya kepercayaan diri adalah sebuah perasaan yang tidak cukup memiliki sesuatu, bisa berupa penerimaan emosi, keberuntungan, uang, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui dan menghargai apa yang yang Anda miliki, Anda dapat melawan perasaan kurang dan tidakpuas. Menemukan kedamaian di dalam hati akan menimbulkan efek yang luar biasa untuk kepercayaan diri Anda.
  • Setiap bangun pagi, katakan pada diri sendiri, “Wow! Aku merasa hebat hari ini!”
  • Buatlah daftar hal-hal yang baik tentang diri sendiri dalam pikiran Anda setiap hari. Ucapkan rasa syukur dalam hati untuk tiap hal yang ada dalam daftar itu.
  • Latihlah suara di dalam hati. Dalam sitausi-situasi di mana Anda merasa kurang percaya diri, sadarilah bahwa suara di dalam hati Anda sedang mengatakan hal-hal negatif. Anda perlu melatih suara di dalam hati untuk positif pada saat-saat tersebut.
  • Setiap kali melihat cermin atau melihat bayangan diri, berikan pujian untuk diri sendiri. Lakukan terus hal ini sampai Anda melihat pujian itu sebagai kenyataan tentang diri Anda.
  • Awalnya memang aneh, bahkan sulit. Namun, bayangkan diri Anda dalam berbgai situasi di mana Anda harus menunjukkan kepercayaan diri, kecerdasan, atau kepemimpinan. Dengan membayangkan diri melakukan hal-hal tersebut, maka percaya diri menjadi sesuatu yang tidak terlalu asing dan Anda mulai percaya kalau Anda bisa melakukannya.
  • Pertimbangkan untuk mengikuti kelas kepemimpinan. Belajarlah untuk mengendalikan segala sesuatu. Jika berada di sekolah, pertimbangkan untuk menempati sebuah posisi sosial seperti ketua dari sebuah perkumpulan. Kemampuan untuk memimpin orang lain dan bereaksi terhadap perilaku orang lain di bawah kepemimpinan Anda akan membantu menimbulkan kepercayaan diri.

Peringatan

  • Sombong dan percaya diri adalah dua hal yang sangat berbeda. Bersikap sombong adalah sesuatu yang tidak baik. Bersikap percaya diri adalah hal yang baik. Ketahuilah perbedaannya.

Source : id.wikihow.com


Demikian penjelasan mengenai Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri dan seperti biasa silahkan tinggalkan apa pendapat kalian di kolom komentar mengenai Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri

Bagikan : https://www.rabiitch.me/2018/08/punya-sifat-pemalu-lakukan-hal-ini-agar.html

0 Response to "Punya Sifat Pemalu? Lakukan Hal ini Agar Menjadi Percaya Diri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel